Ratusan Massa Menggelar Unjuk Rasa Di Kantor DPRK Aceh Tengah, Menuntut Penutupan Tambang Emas

Kategori : Pemerintahan Kamis, 19 September 2019

Ratusan Massa yang terdiri dari mahasiswa, aktivis dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) kembali melakukan aksi di Kantor DPRK Aceh Tengah yang sebelumnya masa tersebut long march dan melakukan orasi di seputaran Tugu Simpang Lima pusat kota Takengon.

Aksi tersebut merupakan aksi kesekian kalinya yang terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, sebelumnya aksi serupa juga terjadi pada 30 Agustus 2019 lalu waktu itu antara mahasiswa dengan DPRK telah mendapati kesepakatan, yaitu: menandatangani fakta integritas penolakan perusahaan tambang PT. LMR secara pribadi oleh anggota DPRK Aceh Tengah, lebih lanjut DPRK Aceh Tengah juga telah melakukan rapat kerja dan dengar pendapat terkait dengan tambang emas di Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah pada hari Kamis, 12 September 2019, yang menghadirkan sekretaris daerah Kabupaten Aceh Tengah, Kepala SKPK terkait, Kuasa Direktur PT. LMR, Tokoh Masyarakat Kecamatan Linge, Camat Linge, Reje Lumut dan beberapa Tokoh lainnya.

Massa yang melakukan aksi kali ini terlihat lebih banyak dibandingkan pada 30 Agustus 2019 lalu, sebelumnya sempat terjadi saling dorong antara massa dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Polisi didepan gerbang DPRK Aceh Tengah massa ketika itu memaksa menerobos masuk ke halaman kantor DPRK Aceh Tengah, dan sekelompok masa tersebut juga sempat melakukan pelemparan telur ke arah Polisi dan dan Satpol PP, kemudian setelah melakukan negosiasi intensif antara aparat kepolisian dan perwakilan dari peserta aksi, akhirnya massa aksi diperbolehkan masuk ke halaman kantor Sekretariat DPRK Aceh Tengah.


Sebelum melakukan orasi, beberapa anggota DPRK Aceh Tengah yaitu: Samsuddin, S.Ag. M.Pd (Ketua Sementara), Edi Kurniawan (Wakil Ketua Sementara), H. Hamdan, SH, Ismail As, Suryati Waas, Susilawati, Gimin, Jihar Firdaus, Muzakir, Mukhlis, Abadi Ayus, dan Fauzan, di minta duduk oleh massa untuk menyaksikan pertunjukan teater dan puisi yang diperankan oleh beberapa peserta aksi.

Setelah itu massa melakukan orasi secara bergantian mewakili organisasi masing-masing, menyuarakan aspirasinya yang diawali dari organisasi mahasiswa GMNI, HMI, KAMMI, DEMA, PEMA, BEM dan beberapa elemen masyarakat diwakili oleh JANGKO dan beberapa perwakilan lainnya.

Aksi sempat memanas dikarenakan adanya kesalah pahaman antara peserta aksi dan Anggota DPRK Aceh Tengah tetapi secepatnya dapat di redam dan akhirnya aspirasi yang di mintakan oleh massa di amini oleh Anggota DPRK melalui Ketua Sementara DPRK Aceh Tengah.


Adapun yang menjadi tuntutan peserta aksi tersebut adalah: Dukungan Perpanjangan Moratorium Pertambangan PT. LMR dan dalam waktu dekat DPRK Akan segera menggelar rapat kerja bersama Bupati Aceh Tengah terkait Pertambangan yang ada di kabupaten Aceh Tengah.

Setelah mendapati kesepakatan tersebut massa akhirnya membubarkan diri, dan beberapa dari peserta aksi menunggu penerbitan surat yang menjadi tuntutan mereka.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32